Penerapan Sistem Overall Equipment Effectivness (OEE) pada Mesin Industri

Sebuah aplikasi yang dapat memberikan analisis perhitungan OEE dari perkalian Availability (A), Performance (P), dan Quality (Q)untuk mengetahui persentase efektivitas sebuah mesin saat beroperasi di lantai produksi secara Real-Time menggunakan LabVIEW dan DSC Module Software. -  Haliatech TANTANGAN: Mengembangkan aplikasi yang dapat melakukan perhitungan OEE secara Real-Time pada mesin yang...
Penerapan Sistem Overall Equipment Effectivness (OEE) pada Mesin Industri

Sebuah aplikasi yang dapat memberikan analisis perhitungan OEE dari perkalian Availability (A), Performance (P), dan Quality (Q)untuk mengetahui persentase efektivitas sebuah mesin saat beroperasi di lantai produksi secara Real-Time menggunakan LabVIEW dan DSC Module Software.

–  Haliatech

TANTANGAN:

Mengembangkan aplikasi yang dapat melakukan perhitungan OEE secara Real-Time pada mesin yang sedang beroperasi di salah satu industri makanan dan minuman.

SOLUSI:

Merancang program komunikasi dengan mesin menggunakan LabVIEW dan DSC Module untuk dapat mengakses setiap data parameter yang dibutuhkan dalam perhitungan OEE.

Salah satu sektor industri yang mulai menuju era industri 4.0 adalah industri yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Mereka memanfaatkan teknologi terbaru guna menunjang perkembangan bisnisnya. Penerapan sistem OEE untuk meningkatkan efisiensi saat proses produksi merupakan bentuk langkah dalam menuju industri 4.0. Untuk itu kami mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat memonitoring keadaan produksi di lapangan serta memberikan analisis OEE dari hasil pemantauan mesin secara Real-Time.

Salah satu mesin yang berperan penting dalam menunjang produksi adalah mesin Packaging. Mesin ini ikut andil dalam pemilahan produk yang layak dan pengemasan. Dengan menerapkan OEE pada mesin tersebut, kita dapat mengetahui efektifitas penggunaan dan pemanfaatan mesin, peralatan, waktu serta material dalam sebuah sistem operasi di lantai produksi. OEE akan mendefinisikan secara langsung perbedaan antara performa aktual (status operasi dan produksi yang saat ini tengah berjalan) dan performa ideal (target yang harus dicapai). OEE akan mengualifikasi tingkat kualitas dari performa unit manufaktur, berhubungan dengan kuantitas produk selama periode produksi yang telah dijadwalkan.

Rancangan Sistem

Kami merancang sistem ini dengan menggunakan komponen – komponen berikut:

  • LabVIEW Environment
  • LabVIEW Datalogging Supervisory Control (DSC) Module

Kami menggunakan metode Client-Server dalam komunikasi/bertukar data. Pada sisi Client, dilakukan pengambilan data untuk tiap parameter dari mesin menggunakan teknologi OPC. OPC ini bisa didapatkan ketika menginstall DSC Modul software. OPC memungkinkan aplikasi LabVIEW untuk mengakses sumber data dengan protokol yang sama dan konsisten pada mesin Packaging.

LabVIEW sebagai pemrograman berbasis grafis memungkinkan kita hanya fokus pada alur secara visual dalam aplikasi, dikarnakan syntax yang sederhana tidak sulit untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh program.  Dalam kasus ini, LabVIEW digunakan sebagai pemograman sebagai OPC Client yang hanya perlu mengetahui alamat unik setiap parameter dari OPC Data Source (OPC Server). Dimana OPC Server ini dikembangkan oleh vendor mesin terkait, sehingga kami cukup membangun aplikasi OPC Client sendiri untuk mengaksesnya.

Data yang didapatkan dari hasil pembacaan oleh LabVIEW (OPC Client), selanjutnya di implementasikan pada rumus OEE. Berikut variable yang digunakan:

  • Availability (ketersediaan): mengukur loss/waktu terbuang pada produksi karena down-time, di mana ada 2 kategori: breakdown dan setup/adjustments.
  • Performance: mengukur loss karena proses yang lebih lambat dari semestinya. Ini dikarenakan dua faktor: kecepatan mesin yang menurun, dan adanya minor stop dan idle pada mesin.
  • Quality: mengukur loss karena barang yang tidak memenuhi standar produksi. Ini dikarenakan 2 faktor: cacat & rework, dan startup & yield los

Loading time      = a –b

Operating time = loading time – c

Ket:

a = available time

b = planned downtime

c =  unplanned downtime

Setiap variable dalam perhitungan ditentukan melalui data parameter yang terdapat pada mesin Packaging. Setiap parameter memiliki uniq address yang dapat dibaca mengunnakan OPC.

Hasil perhitungan kami tampilkan berupa grafik Real-Time dan Persentase yang dapat di akses menggunakan Web lokal. Sehingga pengguna dapat melakukan pemantauan dimanapun menggunakan perangkat  cerdas seperti Laptop, Smartphone, dll.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar aplikasi ini atau solusi umum untuk penggunan produk NI, silakan menghubungi kami di sales@haliatech.com.

AUTHOR INFORMATION:

Muhammad Nurul Fikri

Haliatech, Alliance Partner of National Instruments

Bekasi – Indonesia

(+6221) 85508561

fikri@haliatech.com

Leave a reply